Mereka (Jepang) telah membuat
peraturan tentang pengelolaan sampah ini, yang diatur oleh pemerintah kota.
Mereka telah menyiapkan dua buah kantong plastik besar dengan warna berbeda,
hijau dan merah. Namun selain itu ada beberapa kategori lainnya, yaitu: botol
PET, botol beling, kaleng, batu betere, barang pecah belah, sampah besar dan
elektronik yang masing-masing memiliki cara pengelolaan dan jadwal pembuangan
berbeda.
Sebagai ilustrasi, cara membuang
botol minuman plastik adalah botol PET dibuang di keranjang kuning punya
pemerintah kota. Setelah sebelumnya label plastik yang menempel di botol itu
kita copot dan penutup botol kita lepas, label dan penutup botol plastik harus
masuk ke kantong sampah berwarna merah dan dibuang setiap hari kamis. Apabila
dalam label itu ada label harga yang terbuat dari kertas, pisahkan label kertas
tersebut dan masukkan ke kantong sampah berwarna hijau dan buang setiap hari
Selasa.
Selain pengelolaan sampah di rumah,
departemen store, convenient store, dan supermarket juga menyediakan
kotak-kotak sampah untuk tujuan recycle (daur ulang). Kotak-kotak tersebut
disusun berderet berderet di dekat pintu masuk, kotak untuk botol beling,
kaleng, botol PET. Bahkan di beberapa supermarket tersedia untuk kemasan susu
dan jus (yang terbuat dari kertas). Uniknya lagi, dalam kotak kemasan susu atau
jus (biasanya terpisah), terdapat ilustrasi tentang cara menggunting dan
melipat kemasan sedemikian rupa sebelum dimasukkan ke dalam kotak.
Proses daur ulang itu pun sebagian
besar dikelola perusahaan produk yang bersangkutan, dan perusahaan lain atau
semacam yayasan untuk menghasilkan produk baru. Hebatnya lagi, informasi
tentang siapa yang akan mengelola proses recycle juga tertulis dalam setiap
kotak sampah.
Sementara, pengelolaan sampah di
stasiun kereta bawah tanah, shinkansen, pada saat para penumpang turun dari
kereta adapetugas yang berdiri di depan pintu keluar dengan membawa kantong
plastik sampah besar siap untuk menampung kotak bento dan botol kopi penumpang
sambil tak lupa untuk membungkuk dan mengucapkan "otsukaresama
deshita!."
Sebelum isu meningkatnya gerakan
anti-terorisme (setidaknya mereka menyebut demikian), pada awalnya, di tempat
umum juga menyediakan menyediakan kotak-kotak sampah, biasanya untuk kategori
kaleng, beling, dan sampah biasa (ordinary)
Sumber : http://bayusepta.blogspot.co.id/2013/06/pengelolaan-sampah-di-negara-negara-maju.html
No comments:
Post a Comment